Pratama-Kreston Tax Research Center
No Result
View All Result
Selasa, 28 April 2026
  • Login
  • Register
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • INDONESIA
Pratama-Kreston Tax Research Center
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • INDONESIA
Pratama-Kreston Tax Research Institute
No Result
View All Result

Pelaporan Keberlanjutan sebagai Modal Bisnis

Muhamad Akbar AditamabyMuhamad Akbar Aditama
23 Oktober 2025
in Artikel, ESG
Reading Time: 3 mins read
127 7
A A
0
Pelaporan Keberlanjutan
153
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Perubahan ekspektasi publik terhadap peran perusahaan kini berlangsung cepat, tidak lagi cukup bila sebuah korporasi sekadar melaporkan laba rugi kepada pemegang saham. Berbagai kelompok pemangku kepentingan mulai dari karyawan, pemasok, investor, hingga komunitas sekitar dan aktivis menuntut keterbukaan mengenai bagaimana perusahaan mengelola aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. Mereka ingin tahu bukan hanya seberapa besar nilai yang dihasilkan, tetapi juga bagaimana nilai itu tercipta dan dampaknya bagi lingkungan serta masyarakat sekitar.

Fenomena ini mendorong munculnya praktik pelaporan nonfinansial yang lebih sistematis. Laporan tanggung jawab sosial atau laporan keberlanjutan kini dipandang sebagai bentuk pertanggungjawaban yang sejajar dengan laporan keuangan tahunan: sebuah narasi komprehensif tentang kinerja sosial dan lingkungan perusahaan. Data empiris menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam praktik ini. Survei KPMG (2008) menegaskan kenaikan jumlah perusahaan yang merilis laporan lingkungan dan sosial bersama laporan keuangan mereka. Bahkan lebih dari separuh dari 250 perusahaan terbesar dunia telah menerbitkan laporan keberlanjutan (White, 2005). Tingkat pelaporan ini lebih tinggi di negara-negara maju dan pada sektor-sektor yang aktivitasnya sensitif terhadap lingkungan, seperti kimia, farmasi, elektronik, otomotif, serta minyak dan gas (Choi, 2006).

Kenaikan minat terhadap pelaporan keberlanjutan tidak lepas dari meningkatnya kesadaran global atas perubahan iklim. Isu pemanasan global, krisis iklim, dan keterkaitan antara aktivitas bisnis dengan masalah kesejahteraan publik menempatkan lingkungan sebagai salah satu ukuran kinerja perusahaan yang tak bisa diabaikan. Perusahaan yang hanya mengejar keuntungan finansial tanpa memperhatikan konsekuensi sosial-lingkungan berisiko kehilangan legitimasi di mata publik kehilangan dukungan yang penting bagi keberlangsungan usaha.

Lebih menarik lagi adalah bagaimana wacana ini meresap ke dalam praktik manajerial. Banyak pemimpin bisnis multinasional kini berargumen bahwa kemenangan kompetitif di masa depan akan diraih oleh perusahaan yang berhasil mengintegrasikan tanggung jawab sosial ke dalam model bisnis inti mereka. Laporan keberlanjutan pun mengemuka sebagai alat untuk mengungkapkan komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan. Konsekuensinya, pelaporan bukan sekadar alat pencitraan; bagi sejumlah perusahaan, ia menjadi cerminan perubahan nyata dalam orientasi strategi dan operasi.

Peran regulasi dan pedoman juga tidak bisa diabaikan. Pertumbuhan pedoman dari pemerintah dan badan industri telah memberi kerangka bagi perusahaan untuk melaporkan isu-isu nonfinansial secara lebih konsisten. Dukungan aturan tersebut pada gilirannya memperkuat praktik tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel, sehingga memudahkan pemangku kepentingan menilai komitmen perusahaan secara objektif (Basamalah et al., 2005).

Namun, hubungan antara pelaporan keberlanjutan dan kinerja perusahaan bersifat kompleks. Meski secara umum terdapat korelasi positif antara laporan keberlanjutan dan kinerja perusahaan. Beberapa studi menunjukkan bahwa bukan semua jenis pengungkapan membawa dampak yang sama. Analisis lebih mendalam mengindikasikan bahwa pengungkapan yang terkait dengan kinerja sosial,  misalnya program kesejahteraan karyawan, keterlibatan komunitas, dan tanggung jawab atas produk cenderung memiliki kaitan yang lebih signifikan dengan kinerja perusahaan ketimbang pengungkapan aspek lain. Fenomena ini menegaskan bahwa bukan sekadar melakukan pelaporan, melainkan kualitas dan substansi tindakan sosial yang dilaksanakanlah yang menentukan manfaatnya bagi perusahaan.

Di atas semua itu, konsep keberlanjutan harus kembali pada definisi dasarnya yaitu  pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Sedangkan dalam bisnis, hal ini berarti setiap keputusan produksi dan konsumsi harus dirancang agar tidak merusak peluang generasi berikutnya. Pendek kata, mengejar laba tidak boleh menghapus tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

Sementara itu, bagi dunia usaha implikasinya jelas. Perusahaan perlu memandang tanggung jawab lingkungan dan sosial bukan sebagai beban kepatuhan semata, melainkan sebagai investasi strategis yang dapat memperkuat reputasi, meningkatkan loyalitas pemangku kepentingan, dan pada akhirnya mendukung profitabilitas jangka panjang. Bagi pembuat kebijakan dan regulator, tantangannya adalah merancang insentif dan standar pelaporan yang mendorong substansi, bukan sekadar formalitas pelaporan. Publik dan investor harus semakin kritis menilai kualitas laporan keberlanjutan, bukan hanya melihat judul atau jumlah halaman.

Dengan demikian, transisi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan menuntut sinergi dengan komitmen nyata dari perusahaan, regulasi yang mendukung, dan pengawasan aktif dari pemangku kepentingan. Jika tercapai, kita bukan hanya mendapatkan perusahaan yang lebih bertanggung jawab, tetapi juga masyarakat dan lingkungan yang lebih terlindungi dan ini merupakan sebuah warisan yang layak bagi generasi mendatang.

Tags: Pelaporan keberlanjutanPerubahan IklimSustainability Report
Share61Tweet38Send
Previous Post

Menakar Daya Saing Pajak Indonesia di Tengah Peringkat Dunia

Next Post

Hierarki Desain dalam Annual Report

Muhamad Akbar Aditama

Muhamad Akbar Aditama

Tax Policy Analyst Pratama-Kreston Tax Research Institute

Related Posts

Ilustrasi lapior pajak
Artikel

Telat Lapor SPT, Kena Denda: Begini Cara Menghindarinya

17 April 2026
BBM Bersubsidi dan Ilusi Perlindungan Ekonomi
Analisis

BBM Bersubsidi dan Ilusi Perlindungan Ekonomi

7 April 2026
Thrifting dan Ilusi Keberlanjutan
Analisis

Thrifting dan Ilusi Keberlanjutan

7 April 2026
Ilustrasi gambar kelas pekerja
Analisis

Potret Sendu Nasib Pekerja Indonesia

6 April 2026
SPT PPh Badan
Artikel

Kerangka Sistem Perpajakan dalam Coretax Administration System

6 April 2026
Sudah Berlaku Sejak 2025, Kini Perseroan Wajib Melaporkan Laporan Tahunan Sesuai Permenkum 49/2025
Analisis

Sudah Berlaku Sejak 2025, Kini Perseroan Wajib Melaporkan Laporan Tahunan Sesuai Permenkum 49/2025

2 April 2026
Next Post
Hirerarki desain dalam annual report

Hierarki Desain dalam Annual Report

Ilustrasi pajak dan keadilan sosial

Pajak dan Cita-Cita Keadilan Sosial

Ilustrasi SR dan pengaruhnya terhadap bisnis dan kebijakan

Peran Sustainability Report bagi Landscape Bisnis dan Kebijakan

Instansi Anda memerlukan jasa berupa kajian kebijakan fiskal, pajak dan retribusi daerah, penyusunan naskah akademik, ataupun jasa survei?

Atau, Perusahaan Anda membutuhkan pendampingan dalam menyusun Laporan Tahunan (Annual Report) atau Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report)?

Konsultasikan kepada ahlinya!

MULAI KONSULTASI

Popular News

  • Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    1553 shares
    Share 621 Tweet 388
  • Batas Waktu Pengkreditan Bukti Potong PPh Pasal 23

    1113 shares
    Share 445 Tweet 278
  • Apakah Jasa Angkutan Umum Berplat Kuning Dikenai PPN?

    1006 shares
    Share 402 Tweet 252
  • Iuran BPJS dikenakan PPh Pasal 21?

    889 shares
    Share 356 Tweet 222
  • Apakah Pembelian Domain Website dikenakan PPh Pasal 23?

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
Copyright © 2025 PT Pratama Indomitra Konsultan

Pratama Institute

Logo Pratama Indomitra
  • Antam Office Tower B Lt 8 Jl. TB Simatupang No. 1 Jakarta Selatan Indonesia 12530
  • Phone : (021) 2963 4945
  • [email protected]
  • pratamaindomitra.co.id

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami

© 2025 Pratama Institute - All Rights Reserved.