Pratama-Kreston Tax Research Center
No Result
View All Result
Minggu, 28 Juni 2026
  • Login
  • Register
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • INDONESIA
Pratama-Kreston Tax Research Center
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • INDONESIA
Pratama-Kreston Tax Research Institute
No Result
View All Result

Dampak ESG terhadap Nilai Perusahaan dan Implikasinya bagi Indonesia

Nisa'ul HaqbyNisa'ul Haq
8 September 2025
in Artikel, ESG
Reading Time: 4 mins read
139 1
A A
0
Laporan Keberlanjutan sebagai Pilar Strategi Bisnis Masa Kini
160
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam diskursus keuangan modern, konsep Environmental, Social, and Governance (ESG) telah berkembang dari sekadar wacana etis menjadi instrumen yang semakin sering dipakai dalam penilaian korporasi. Sementara sebagian kalangan masih menilai ESG sebagai agenda normatif atau bahkan sekadar tren, sebuah studi empiris memberikan bukti yang substansial. Artikel Foundations of ESG Investing karya Giese dan rekan-rekan (2019) menunjukkan bahwa ESG memiliki keterkaitan langsung dengan indikator-indikator finansial utama seperti profitabilitas, risiko, dan valuasi pasar. Bukti tersebut menggeser ESG dari ranah moralitas menuju ranah analisis keuangan yang terukur.

Korelasi Empiris antara ESG dan Kinerja Perusahaan

Dalam kajian Giese (2019), analisis yang dilakukan terhadap lebih dari 1.600 perusahaan dalam indeks MSCI World periode 2007–2017 memperlihatkan perbedaan yang konsisten antara kelompok dengan skor ESG tinggi dan rendah. Perusahaan dengan skor ESG lebih tinggi menunjukkan profitabilitas kotor sekitar 0,2 poin z-score lebih baik dibandingkan kelompok dengan skor rendah. Meskipun angka ini tampak moderat, dalam terminologi riset keuangan selisih tersebut cukup signifikan karena menunjukkan perbedaan struktural dalam kinerja yang berkelanjutan. Selain itu, kelompok dengan skor tinggi juga memiliki kecenderungan untuk mendistribusikan dividen lebih besar, yang menandakan kapasitas arus kas yang lebih stabil.

Dari perspektif risiko, penelitian menunjukkan bahwa perusahaan dengan skor rendah lebih sering mengalami penurunan harga ekstrem hingga 95 persen dalam jangka tiga tahun dibandingkan perusahaan dengan skor tinggi. Hal ini memberikan indikasi bahwa ESG berfungsi sebagai mekanisme mitigasi risiko, melindungi perusahaan dari kejadian idiosinkratik seperti skandal tata kelola, kegagalan operasional, maupun krisis reputasi. Dengan demikian, ESG dapat dipandang sebagai lapisan proteksi yang bersifat endogen dalam manajemen risiko perusahaan.

Selain itu, perusahaan dengan skor ESG tinggi tercatat memiliki nilai beta yang lebih rendah. Beta yang rendah berarti volatilitas relatif terhadap pasar lebih kecil, yang pada gilirannya menurunkan biaya modal. Efek ini terpantau dalam valuasi pasar, di mana perusahaan dengan skor tinggi dihargai lebih mahal, tercermin dari rasio book-to-price yang lebih rendah. Data ini memperkuat argumen bahwa ESG berkontribusi langsung terhadap peningkatan valuasi melalui mekanisme penurunan risiko sistematis.

Momentum ESG sebagai Indikator Dinamis

Dimensi lain yang tidak kalah relevan adalah momentum ESG. Penelitian Giese dkk. menunjukkan bahwa perusahaan yang meningkatkan skor ESG secara konsisten memiliki kinerja saham lebih baik dibandingkan perusahaan yang skor ESG-nya menurun. Selisih kinerja kumulatif antara keduanya signifikan dan bertahan dalam horizon waktu panjang. Hal ini menegaskan bahwa tidak hanya tingkat skor yang penting, tetapi juga arah perubahannya.

Momentum ESG dapat dipandang sebagai indikator dinamis yang merefleksikan proses transformasi internal perusahaan. Perbaikan skor ESG sering kali selaras dengan peningkatan efisiensi operasional, perbaikan tata kelola, dan transparansi manajerial. Dengan demikian, momentum ESG memberikan sinyal awal yang dapat digunakan investor untuk mengantisipasi peningkatan valuasi di masa depan.

Penerapan ESG dalam Konteks Pasar Modal dan Industri Nasional

Hasil penelitian Giese dan kolega (2019) memberikan gambaran empiris bahwa ESG berdampak nyata terhadap profitabilitas, risiko, dan valuasi perusahaan. Untuk Indonesia, bukti ini tidak berhenti pada tataran teoritis, melainkan dapat langsung dikaitkan dengan kondisi pasar modal dan sektor industri nasional.

Bursa Efek Indonesia sejak 2009 telah menerbitkan Indeks SRI-KEHATI, yakni indeks berisi perusahaan-perusahaan yang memenuhi prinsip keberlanjutan lingkungan, sosial, dan tata kelola. Data BEI tahun 2023 menunjukkan bahwa indeks ini mencatat pertumbuhan tahunan rata-rata lebih tinggi dibandingkan IHSG, dengan volatilitas yang relatif lebih rendah. Fakta ini sejalan dengan temuan Giese bahwa perusahaan ber-ESG tinggi lebih stabil dalam kinerja jangka panjang. Ke depan, indeks ini dapat diperluas dengan menambahkan dimensi momentum ESG agar investor dapat menilai perusahaan yang sedang melakukan transformasi, bukan hanya yang sudah berada di tingkat atas.

Jika dilihat dari struktur ekonomi nasional, kontribusi sektor perkebunan sawit, pertambangan, dan energi terhadap PDB masih signifikan. Data BPS tahun 2022 mencatat sektor pertambangan dan penggalian menyumbang sekitar 12,2 persen terhadap PDB, sementara sektor pertanian (termasuk kelapa sawit) berkontribusi sekitar 12,4 persen. Kedua sektor ini memiliki eksposur tinggi terhadap risiko lingkungan dan sosial, mulai dari deforestasi hingga konflik lahan. Integrasi ESG dalam strategi bisnis mereka bukan sekadar tuntutan reputasi, tetapi juga faktor yang dapat menekan biaya modal sekaligus memperluas akses pada pembiayaan hijau. Bank Indonesia mencatat bahwa penyaluran kredit hijau di Indonesia mencapai Rp 1.623 triliun pada 2022, tumbuh lebih dari 8 persen dibanding tahun sebelumnya, menunjukkan peningkatan permintaan pada instrumen pembiayaan yang berorientasi pada keberlanjutan.

Dari perspektif investasi domestik, potensi penerapan ESG juga terlihat pada lembaga keuangan jangka panjang. Aset kelolaan BPJS Ketenagakerjaan pada 2022 mencapai Rp 613 triliun, sementara aset asuransi jiwa lebih dari Rp 600 triliun. Dengan skala sebesar ini, strategi tilt berbasis momentum ESG dapat memberikan dampak sistemik pada pasar modal Indonesia. Alokasi portofolio pada perusahaan dengan tren perbaikan ESG tidak hanya memperkuat ketahanan return, tetapi juga dapat mendorong transformasi bisnis secara nasional.

Implikasi Strategis ESG bagi Indonesia

Penelitian Giese dan rekan-rekan memberikan bukti empiris bahwa ESG berpengaruh langsung terhadap profitabilitas, risiko, dan valuasi perusahaan. Perusahaan dengan skor ESG tinggi lebih menguntungkan, lebih tahan terhadap guncangan, dan lebih dihargai oleh pasar. Momentum ESG bahkan memperlihatkan kapasitas prediktif yang relevan bagi investor dalam mengantisipasi kinerja jangka panjang.

Untuk konteks Indonesia, temuan ini dapat dijadikan acuan dalam merancang strategi pasar modal, kebijakan korporasi, maupun alokasi portofolio institusional. ESG tidak sepatutnya diperlakukan sebagai sekadar tren normatif, melainkan sebagai variabel strategis yang mampu memperkuat daya saing nasional dan meletakkan dasar bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Secara keseluruhan, penerapan ESG di Indonesia memiliki dasar yang kuat karena sudah tersedia infrastruktur indeks, relevansi sektor strategis, serta kapasitas investor institusional. Tantangan berikutnya adalah memperluas ketersediaan data yang konsisten dan dapat diaudit, agar investor, regulator, dan publik memiliki dasar yang objektif dalam menilai kinerja ESG perusahaan nasional.

Referensi:
Giese, G., Lee, L.-E., Melas, D., Nagy, Z., & Nishikawa, L. (2019). Foundations of ESG Investing. How ESG Affects Equity Valuation, Risk, and Performance. The Journal of Portfolio Management, 45(5).

Informasi Jasa Pratama Institute
Penerapan ESG dilaporkan dalam laporan keberlanjutan perusahaan yang wajib dibuat setiap tahunnya. Jika Anda ingin memastikan laporan keberlanjutan perusahaan Anda disusun secara profesional dan menarik, kami di Pratama Institute hadir untuk membantu Anda. Dengan pengalaman dan keahlian dalam penyusunan laporan tahunan dan/atau laporan keberlanjutan yang sesuai dengan standar terbaik, kami menghadirkan dokumen yang informatif sehingga bisa mencerminkan identitas perusahaan Anda. Hubungi kami untuk solusi laporan keberlanjutan yang ciamik!

Tags: ESGKebijakanKonsultan ESGKonsultan Sustainability ReportPendampingan ESGsosialSustainability Report
Share64Tweet40Send
Previous Post

Kesetaraan GRI 102 dan IFRS S2 untuk Emisi GRK

Next Post

Kebijakan Pajak dan Kontrak Sosial

Nisa'ul Haq

Nisa'ul Haq

Related Posts

Metabo Law
Artikel

Pajak Gendut dari Jepang (Metabo Law)

26 Juni 2026
Jasa titip
Artikel

Jastip Luar Negeri Terjepit Dua Arah

25 Juni 2026
Ilustrasi PKP menghitung pajak
Artikel

Syarat Menjadi PKP dan Kewajiban Fundamentalnya

24 Juni 2026
Rupiah melemah
Artikel

Keuangan Indonesia 2026 Tertekan, Apa Penyebabnya?

23 Juni 2026
Rumah
Artikel

Fenomena Doom Spending, Gen Z Pasrah Beli Rumah

22 Juni 2026
Ilustrasi penerimaan pajak
Analisis

Penerimaan Pajak Melesat, Sinyal Ekonomi Menguat?

18 Juni 2026
Next Post
Pajak dan Kontrak Sosial

Kebijakan Pajak dan Kontrak Sosial

Disrupsi Pemberantasan Korupsi dan Urgensi Perampasan Aset

Disrupsi Pemberantasan Korupsi dan Urgensi Perampasan Aset

Benarkah Gaji ASN dan DPR Bebas Potongan Pajak?

Benarkah Gaji ASN dan DPR Bebas Potongan Pajak?

Please login to join discussion

Instansi Anda memerlukan jasa berupa kajian kebijakan fiskal, pajak dan retribusi daerah, penyusunan naskah akademik, ataupun jasa survei?

Atau, Perusahaan Anda membutuhkan pendampingan dalam menyusun Laporan Tahunan (Annual Report) atau Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report)?

Konsultasikan kepada ahlinya!

MULAI KONSULTASI

Popular News

  • Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    1564 shares
    Share 626 Tweet 391
  • Batas Waktu Pengkreditan Bukti Potong PPh Pasal 23

    1134 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Apakah Jasa Angkutan Umum Berplat Kuning Dikenai PPN?

    1017 shares
    Share 407 Tweet 254
  • Iuran BPJS dikenakan PPh Pasal 21?

    914 shares
    Share 366 Tweet 229
  • Apakah Pembelian Domain Website dikenakan PPh Pasal 23?

    894 shares
    Share 358 Tweet 224
Copyright © 2025 PT Pratama Indomitra Konsultan

Pratama Institute

Logo Pratama Indomitra
  • Antam Office Tower B Lt 8 Jl. TB Simatupang No. 1 Jakarta Selatan Indonesia 12530
  • Phone : (021) 2963 4945
  • [email protected]
  • pratamaindomitra.co.id

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami

© 2025 Pratama Institute - All Rights Reserved.