Pratama-Kreston Tax Research Center
No Result
View All Result
Selasa, 28 April 2026
  • Login
  • Register
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • INDONESIA
Pratama-Kreston Tax Research Center
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • INDONESIA
Pratama-Kreston Tax Research Institute
No Result
View All Result

Hubungan Integrated Report dan Sustainability Report

Intan PratiwibyIntan Pratiwi
27 Oktober 2025
in Artikel, ESG
Reading Time: 3 mins read
136 9
A A
0
Hubungan Integrated Report dan Sustainability Report
166
SHARES
2.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pelaporan korporat telah berkembang pesat seiring meningkatnya tuntutan akan transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan bisnis. Kini, perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja keuangannya, tetapi juga dari bagaimana mereka mengelola dampak lingkungan, sosial, dan tata kelola. Dalam konteks ini, dua bentuk pelaporan yang semakin menonjol adalah Sustainability Report (SR) dan Integrated Report (IR). Keduanya berperan penting dalam menunjukkan komitmen organisasi terhadap nilai dan keberlanjutan jangka panjang.

Perbedaan Fokus antara SR dan IR

Sustainability Report (SR) disusun untuk membantu organisasi menetapkan tujuan, mengukur kinerja, dan mengelola perubahan menuju ekonomi berkelanjutan. Laporan ini menyoroti bagaimana perusahaan mengintegrasikan tanggung jawab sosial dan lingkungan ke dalam operasinya. Dengan demikian, SR berfokus pada dampak organisasi terhadap masyarakat dan lingkungan, serta mengukur sejauh mana entitas berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, Integrated Report (IR) mengangkat perspektif yang lebih strategis. IR bertujuan menggabungkan seluruh bentuk pelaporan, baik keuangan maupun non-keuangan, menjadi satu narasi yang utuh dan terintegrasi. Melalui IR, perusahaan menjelaskan bagaimana strategi, tata kelola, kinerja, dan prospek jangka panjang saling berhubungan dalam menciptakan nilai. Fokus IR bukan hanya pada hasil, tetapi juga pada proses penciptaan nilai (value creation) yang menghubungkan faktor keuangan dengan aspek keberlanjutan.

Perbedaan mendasar antara keduanya terletak pada orientasi pelaporan. SR menjelaskan dampak perusahaan terhadap lingkungan dan sosial, sedangkan IR menyoroti bagaimana faktor keberlanjutan memengaruhi kemampuan perusahaan menciptakan nilai jangka panjang. Dengan demikian, IR dapat dipandang sebagai pendekatan pelaporan yang lebih menyeluruh dan berorientasi pada nilai.

Hubungan dalam Pelaporan Korporat

Walaupun memiliki fokus yang berbeda, Sustainability Report dan Integrated Report saling berkaitan erat dalam praktik pelaporan korporat modern. Sustainability Report dapat dianggap sebagai fondasi utama dalam penyusunan Integrated Report. Data, indikator, dan analisis keberlanjutan yang terdapat dalam SR menjadi bahan penting untuk membangun narasi strategis dalam IR.

Integrated Report mendorong perusahaan untuk menerapkan integrated thinking  yaitu cara berpikir yang melihat keterkaitan antara berbagai sumber daya, aktivitas, dan hasil bisnis. Pendekatan ini membantu organisasi memahami bagaimana keputusan dan kegiatan mereka memengaruhi penciptaan nilai secara berkelanjutan. Dalam konteks ini, SR menyediakan informasi faktual tentang kinerja keberlanjutan, sementara IR menyusun narasi yang menghubungkan informasi tersebut dengan strategi bisnis dan nilai jangka panjang.

Keterpaduan antara SR dan IR juga mencerminkan transformasi pelaporan korporat menuju transparansi yang lebih tinggi. Perusahaan tidak hanya melaporkan apa yang sudah dilakukan, tetapi juga menjelaskan mengapa dan bagaimana keputusan mereka mendukung strategi keberlanjutan dan pertumbuhan nilai di masa depan.

Menuju Praktik Pelaporan yang Berkelanjutan

Integrated Report dianggap sebagai konsep baru dalam pelaporan korporat yang melampaui pendekatan tradisional. Dengan menyatukan informasi keuangan dan non-keuangan, IR membantu perusahaan mengkomunikasikan strategi bisnis secara lebih komprehensif. Hal ini tidak hanya meningkatkan pemahaman investor dan pemangku kepentingan, tetapi juga memperkuat kepercayaan terhadap komitmen perusahaan dalam mengelola risiko dan peluang keberlanjutan.

Di sisi lain, keberadaan Sustainability Report tetap krusial. SR memastikan bahwa aspek keberlanjutan dipantau dan diukur secara konsisten, sehingga data yang dihasilkan dapat digunakan dalam proses pelaporan terintegrasi. Hubungan keduanya bersifat saling mendukung dimana SR memperkuat kredibilitas data keberlanjutan, sementara IR memperluas konteks strategis pelaporan tersebut.

Dalam lanskap pelaporan korporat saat ini, Sustainability Report dan Integrated Report bukanlah dua hal yang terpisah, melainkan dua hal yang saling melengkapi. Sustainability Report berperan dalam menyediakan data dan analisis keberlanjutan, sedangkan Integrated Report mengaitkan informasi tersebut dengan strategi, tata kelola, dan kinerja organisasi secara menyeluruh.

Keduanya bersama-sama membentuk sistem pelaporan yang lebih transparan, akuntabel, dan bernilai strategis. Melalui penerapan pelaporan yang terintegrasi, perusahaan dapat memperkuat reputasi, menarik investor yang berorientasi jangka panjang, serta memastikan keberlanjutan bisnis di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Tags: Corporate ReportingIntegrated ReportIntegrated ReportingLaporan KeberlanjutanLaporan Terintegrasipelaporan korporatSustainability Report
Share66Tweet42Send
Previous Post

Membedah Perbedaan Pajak Langsung dan Tidak Langsung

Next Post

Membedah Pajak Karbon dan Insentif Pajak Energi Terbarukan

Intan Pratiwi

Intan Pratiwi

Related Posts

Ilustrasi lapior pajak
Artikel

Telat Lapor SPT, Kena Denda: Begini Cara Menghindarinya

17 April 2026
BBM Bersubsidi dan Ilusi Perlindungan Ekonomi
Analisis

BBM Bersubsidi dan Ilusi Perlindungan Ekonomi

7 April 2026
Thrifting dan Ilusi Keberlanjutan
Analisis

Thrifting dan Ilusi Keberlanjutan

7 April 2026
Ilustrasi gambar kelas pekerja
Analisis

Potret Sendu Nasib Pekerja Indonesia

6 April 2026
SPT PPh Badan
Artikel

Kerangka Sistem Perpajakan dalam Coretax Administration System

6 April 2026
Sudah Berlaku Sejak 2025, Kini Perseroan Wajib Melaporkan Laporan Tahunan Sesuai Permenkum 49/2025
Analisis

Sudah Berlaku Sejak 2025, Kini Perseroan Wajib Melaporkan Laporan Tahunan Sesuai Permenkum 49/2025

2 April 2026
Next Post
Ilustrasi pentingnya menerapkan pajak karbon

Membedah Pajak Karbon dan Insentif Pajak Energi Terbarukan

Underground economy

Menjejak Ekonomi Bawah Tanah

Pemerintah Tegaskan Pemda Tak Boleh Sembarangan Naikkan PBB

Pemerintah Tegaskan Pemda Tak Boleh Sembarangan Naikkan PBB

Instansi Anda memerlukan jasa berupa kajian kebijakan fiskal, pajak dan retribusi daerah, penyusunan naskah akademik, ataupun jasa survei?

Atau, Perusahaan Anda membutuhkan pendampingan dalam menyusun Laporan Tahunan (Annual Report) atau Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report)?

Konsultasikan kepada ahlinya!

MULAI KONSULTASI

Popular News

  • Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    1553 shares
    Share 621 Tweet 388
  • Batas Waktu Pengkreditan Bukti Potong PPh Pasal 23

    1113 shares
    Share 445 Tweet 278
  • Apakah Jasa Angkutan Umum Berplat Kuning Dikenai PPN?

    1006 shares
    Share 402 Tweet 252
  • Iuran BPJS dikenakan PPh Pasal 21?

    889 shares
    Share 356 Tweet 222
  • Apakah Pembelian Domain Website dikenakan PPh Pasal 23?

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
Copyright © 2025 PT Pratama Indomitra Konsultan

Pratama Institute

Logo Pratama Indomitra
  • Antam Office Tower B Lt 8 Jl. TB Simatupang No. 1 Jakarta Selatan Indonesia 12530
  • Phone : (021) 2963 4945
  • [email protected]
  • pratamaindomitra.co.id

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami

© 2025 Pratama Institute - All Rights Reserved.