Pratama-Kreston Tax Research Center
No Result
View All Result
Kamis, 11 Juni 2026
  • Login
  • Register
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • INDONESIA
Pratama-Kreston Tax Research Center
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • INDONESIA
Pratama-Kreston Tax Research Institute
No Result
View All Result

Bagaimana ESG Disclosure Memengaruhi Kinerja Perusahaan

Muhamad Akbar AditamabyMuhamad Akbar Aditama
9 Juni 2026
in Artikel, ESG
Reading Time: 5 mins read
125 8
A A
0
ESG and Investment
152
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian mengenai Environmental, Social, and Governance (ESG) mengalami perkembangan yang sangat pesat di berbagai negara dan sektor industri. Fenomena ini menunjukkan bahwa ESG telah menjadi bagian penting dalam strategi bisnis modern, seiring meningkatnya tuntutan regulator, investor, dan pemangku kepentingan terhadap praktik bisnis yang lebih transparan dan berkelanjutan (Zaccone & Pedrini, 2020).

Peningkatan perhatian terhadap ESG tidak terlepas dari perubahan ekspektasi pasar. Investor saat ini tidak lagi hanya menilai perusahaan berdasarkan kinerja keuangan, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana perusahaan mengelola dampak lingkungan, menjalankan tanggung jawab sosial, serta menerapkan tata kelola yang baik. Di saat yang sama, regulator di berbagai negara terus memperluas kewajiban pelaporan keberlanjutan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perusahaan. Dalam konteks tersebut, ESG disclosure berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan kebutuhan regulator akan transparansi dengan kebutuhan investor akan informasi yang relevan untuk pengambilan keputusan investasi.

Perkembangan ini juga menunjukkan bahwa ESG telah melampaui fungsi tradisionalnya sebagai pengungkapan informasi nonkeuangan. ESG kini mencerminkan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan, pengelolaan risiko, dan penciptaan nilai jangka panjang. Schiehll dan Kolahgar (2024) menjelaskan bahwa materialitas ESG yang berorientasi pada investor semakin penting, terutama dalam lingkungan bisnis yang ditandai oleh meningkatnya kepemilikan institusional dan kebutuhan akan transparansi yang lebih tinggi. Sementara itu, Marie et al. (2024) menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 mempercepat perkembangan penelitian ESG dan mengubah arah diskusi keberlanjutan secara global.

Krisis global juga memperlihatkan pentingnya ESG sebagai instrumen ketahanan perusahaan. Cepêda (2024) menemukan bahwa selama periode krisis, ruang lingkup pelaporan ESG cenderung semakin luas karena perusahaan dituntut untuk menunjukkan tanggung jawab sosial yang lebih besar dalam menghadapi tantangan ekonomi. Temuan tersebut diperkuat oleh Khanchel et al. (2023) yang menunjukkan bahwa ESG disclosure dan inovasi hijau (green innovation) berkontribusi positif terhadap kinerja perusahaan. Dengan kata lain, perusahaan yang mampu mengomunikasikan praktik keberlanjutan secara transparan cenderung memiliki peluang yang lebih besar untuk mencapai kinerja bisnis yang lebih baik.

Pentingnya ESG tidak hanya dirasakan oleh perusahaan di negara maju. Negara berkembang juga menghadapi tekanan yang semakin besar untuk menyesuaikan praktik pelaporan keberlanjutan dengan standar internasional. Penelitian Pratama et al. (2022) menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan di Asia Tenggara masih menghadapi berbagai tantangan dalam memenuhi standar pengungkapan ESG global. Perbedaan kapasitas organisasi, kualitas data, dan kesiapan regulasi menjadi beberapa faktor yang menyebabkan kesenjangan praktik pelaporan antarnegara.

Meskipun demikian, kesadaran akan pentingnya ESG terus meningkat. Ismail et al. (2024) menemukan bahwa perusahaan publik di Malaysia semakin memahami bahwa pelaporan keberlanjutan dapat meningkatkan kualitas pelaporan perusahaan sekaligus memberikan manfaat sosial yang lebih luas. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa ESG telah berkembang menjadi agenda global yang membutuhkan perhatian serius dari kalangan akademisi, regulator, investor, dan pelaku usaha (Tan & Zhu, 2022).

ESG Disclosure sebagai Instrumen Strategis

Pada awalnya, banyak perusahaan memandang ESG disclosure sebagai bagian dari kepatuhan terhadap peraturan. Namun, pendekatan tersebut mulai bergeser. Saat ini, ESG disclosure semakin diposisikan sebagai instrumen strategis untuk membangun reputasi perusahaan, memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan, dan meningkatkan daya tarik investasi.

Newell et al. (2023) menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi dan analisis data yang semakin rinci berpotensi meningkatkan kualitas pengukuran ESG serta menghasilkan keputusan investasi yang lebih akurat. Sementara itu, Grewal et al. (2019) menemukan bahwa kewajiban pengungkapan informasi nonkeuangan dapat memengaruhi reaksi pasar. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa investor semakin memperhatikan informasi ESG sebagai bagian dari proses evaluasi perusahaan.

Apabila dua perusahaan memiliki kinerja keuangan yang relatif setara, perusahaan dengan praktik ESG yang lebih transparan berpotensi memperoleh tingkat kepercayaan yang lebih tinggi dari investor. Dalam situasi seperti ini, ESG disclosure dapat menjadi faktor pembeda yang memengaruhi persepsi pasar terhadap prospek jangka panjang perusahaan.

Meskipun implementasi ESG terus berkembang, sejumlah tantangan tetap menjadi perhatian utama. Salah satu tantangan terbesar adalah belum adanya standardisasi yang sepenuhnya seragam dalam pengukuran dan pelaporan ESG. Perbedaan metodologi, indikator, serta standar yang digunakan sering kali menyulitkan perbandingan kinerja ESG antarperusahaan, antarindustri, maupun antarnegara.

Oncioiu et al. (2021) menjelaskan bahwa konteks industri dan lingkungan bisnis yang berbeda dapat menghasilkan praktik pengungkapan ESG yang berbeda. Akibatnya, interpretasi data ESG sering kali menjadi kurang konsisten. Tantangan tersebut semakin kompleks ketika praktik manajemen laba dan pengelolaan informasi perusahaan turut memengaruhi kualitas pelaporan keberlanjutan. Meyer dan Dutzi (2024) menunjukkan bahwa praktik earnings management dapat memengaruhi indikator tanggung jawab sosial perusahaan sehingga penilaian ESG menjadi lebih sulit dilakukan secara objektif. Kondisi ini menunjukkan bahwa kualitas ESG disclosure tidak hanya bergantung pada jumlah informasi yang diungkapkan, tetapi juga pada akurasi, konsistensi, dan kredibilitas data yang disampaikan kepada publik.

Selaras dengan jumlah informasi yang diungkapkan, berbagai penelitian menunjukkan bahwa ESG disclosure memiliki hubungan positif dengan kinerja keuangan perusahaan. Perusahaan yang mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam strategi bisnisnya cenderung memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengelola risiko, menjaga hubungan dengan para pemangku kepentingan, dan menciptakan nilai jangka panjang.

Buallay (2019) menemukan bahwa perusahaan dengan tingkat pengungkapan ESG yang lebih tinggi umumnya memiliki kinerja keuangan yang lebih baik, yang tercermin melalui indikator seperti Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE). Temuan serupa juga disampaikan oleh Cao dan Hanafiah (2024), yang menunjukkan bahwa komitmen terhadap prinsip ESG dapat menghasilkan manfaat ekonomi berkelanjutan dalam jangka panjang.

Meski demikian, dampak ESG tidak selalu seragam di setiap sektor industri. Penelitian Ponce dan Wibowo (2023) menunjukkan bahwa pada sektor perbankan di Asia Tenggara, pengungkapan ESG berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Namun, besarnya pengaruh tersebut berbeda antard industri. Temuan ini mengindikasikan bahwa karakteristik sektor usaha tetap menjadi faktor penting dalam menentukan efektivitas implementasi ESG.

Perkembangan ESG

Hubungan antara ESG dan kinerja keuangan juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan regulasi di masing-masing negara. Buallay et al. (2020) menemukan bahwa perusahaan di negara maju memperoleh manfaat yang lebih besar dari ESG disclosure, termasuk akses pendanaan yang lebih mudah dan biaya modal yang lebih rendah.

Sebaliknya, perusahaan di negara berkembang sering menghadapi berbagai hambatan, seperti keterbatasan infrastruktur pendukung, kualitas regulasi yang belum optimal, serta rendahnya standar pelaporan keberlanjutan. Meskipun ESG disclosure tetap memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan, manfaat yang diperoleh belum sebesar manfaat yang dirasakan perusahaan di negara maju (Buallay et al., 2020).

Penelitian Ellili (2022) juga menunjukkan bahwa tata kelola perusahaan memiliki pengaruh yang lebih dominan terhadap kinerja ESG di negara berkembang dibandingkan dengan di negara maju. Selain itu, Zhang dan Zhang (2023) menjelaskan bahwa sistem pelaporan ESG yang lebih terstruktur dan transparan di negara maju membantu perusahaan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar. Sebaliknya, perusahaan di negara berkembang masih menghadapi tantangan terkait transparansi dan akuntabilitas ESG (Bhattacharya & Sharma, 2019).

Perkembangan ESG disclosure mencerminkan perubahan mendasar dalam cara perusahaan dinilai oleh pasar. Transparansi keberlanjutan kini menjadi faktor yang semakin diperhatikan oleh investor, regulator, dan masyarakat. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ESG disclosure memiliki hubungan positif dengan kinerja keuangan perusahaan, meskipun tingkat pengaruhnya berbeda antarsektor industri dan wilayah geografis.

Ke depan, kualitas pelaporan ESG akan menjadi faktor yang semakin menentukan daya saing perusahaan. Organisasi yang mampu menghasilkan pengungkapan ESG yang transparan, kredibel, dan relevan berpeluang memperoleh kepercayaan pasar yang lebih tinggi, akses pendanaan yang lebih baik, serta posisi yang lebih kuat dalam menghadapi dinamika bisnis yang terus berubah. Dengan demikian, ESG disclosure tidak lagi dapat dipandang sebagai kewajiban administratif semata, melainkan sebagai bagian dari strategi penciptaan nilai jangka panjang perusahaan

Tags: ESG DisclosureInvestasiROAROE
Share61Tweet38Send
Previous Post

Menakar Dampak PP 20/2026 bagi Pelaku UMKM

Next Post

Dampak ESG Rating terhadap Perusahaan dan Investor

Muhamad Akbar Aditama

Muhamad Akbar Aditama

Tax Policy Analyst Pratama-Kreston Tax Research Institute

Related Posts

ESG Disclosure
Artikel

Dampak ESG Rating terhadap Perusahaan dan Investor

10 Juni 2026
Menakar Dampak PP 20/2026 bagi Pelaku UMKM
Artikel

Menakar Dampak PP 20/2026 bagi Pelaku UMKM

5 Juni 2026
Ilustreasi rupiah yang melemah
Analisis

Penyebab Utama Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS

4 Juni 2026
Ilustrasi Produk UMKM
Analisis

Apa Isi PP Nomor 20 Tahun 2026? Inilah Bahasannya

3 Juni 2026
Overhead view of a policy planning meeting: hands write notes and review charts around a table, with 'Policy' and a blue underline in the center.
Artikel

Ekonomi Digital, Peluang dan Celah Perpajakan

2 Juni 2026
Sustainability Report
ESG

Mengapa Sustainability Report Harus Mengintegrasikan GRI dan IFRS S1 & S2

26 Mei 2026
Next Post
ESG Disclosure

Dampak ESG Rating terhadap Perusahaan dan Investor

Instansi Anda memerlukan jasa berupa kajian kebijakan fiskal, pajak dan retribusi daerah, penyusunan naskah akademik, ataupun jasa survei?

Atau, Perusahaan Anda membutuhkan pendampingan dalam menyusun Laporan Tahunan (Annual Report) atau Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report)?

Konsultasikan kepada ahlinya!

MULAI KONSULTASI

Popular News

  • Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    1561 shares
    Share 624 Tweet 390
  • Batas Waktu Pengkreditan Bukti Potong PPh Pasal 23

    1130 shares
    Share 452 Tweet 283
  • Apakah Jasa Angkutan Umum Berplat Kuning Dikenai PPN?

    1013 shares
    Share 405 Tweet 253
  • Iuran BPJS dikenakan PPh Pasal 21?

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Apakah Pembelian Domain Website dikenakan PPh Pasal 23?

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
Copyright © 2025 PT Pratama Indomitra Konsultan

Pratama Institute

Logo Pratama Indomitra
  • Antam Office Tower B Lt 8 Jl. TB Simatupang No. 1 Jakarta Selatan Indonesia 12530
  • Phone : (021) 2963 4945
  • [email protected]
  • pratamaindomitra.co.id

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami

© 2025 Pratama Institute - All Rights Reserved.