Pratama-Kreston Tax Research Center
No Result
View All Result
Minggu, 19 Juli 2026
  • Login
  • Register
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • INDONESIA
Pratama-Kreston Tax Research Center
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • INDONESIA
Pratama-Kreston Tax Research Institute
No Result
View All Result

Cara Efektif Meningkatkan Profit : Efisiensi Operasional hingga Manajemen Piutang

Abdurrahman NazhifbyAbdurrahman Nazhif
A A
154
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PERTANYAAN

Apabila perusahaan menargetkan peningkatan laba, langkah apa saja yang dapat ditempuh selain peningkatan penjualan?

  • Hadid
Picture of Abdurrahman Nazhif

Abdurrahman Nazhif

PERNYATAAN PENYANGKALAN
Seluruh data dan informasi yang disediakan di dalam Konsultasi tri.pratamaindomitra.co.id bersifat umum dan disediakan untuk tujuan pendidikan saja. Dengan demikian, data dan informasi yang disediakan tidak dapat dianggap sebagai suatu nasihat dari konsultan pajak.
Baca Disclaimer
DISCLAIMER

Ringkasan Jawaban 

Laba bersih tidak hanya bergantung pada tingginya penjualan, tetapi juga pada efisiensi operasional dan pengelolaan biaya yang konsisten. Oleh karena itu, perusahaan dapat meningkatkan margin dengan meninjau ulang struktur biaya untuk mengurangi pengeluaran yang tidak produktif, baik biaya tetap maupun biaya variabel. Upaya ini akan semakin efektif ketika diikuti dengan digitalisasi dan otomatisasi proses kerja karena teknologi akan mempercepat alur operasional, serta menekan risiko kesalahan manusia. Selain itu, optimalisasi pemanfaatan aset menjadi langkah penting, sebab aset yang kurang produktif dapat dijual atau disewakan sehingga tidak lagi membebani biaya pemeliharaan. Dalam memastikan efektivitas pengelolaan aset, perusahaan dapat menggunakan rasio seperti total asset turnover, fixed asset turnover, dan ROA sebagai alat evaluasi yang terukur.

Selanjutnya, penguatan manajemen modal kerja juga berperan besar dalam menjaga profitabilitas. Pengelolaan persediaan melalui metode just-in-time dan prinsip FIFO membantu menjaga stok tetap ideal, sehingga perusahaan dapat mengurangi biaya penyimpanan tanpa mengganggu kelancaran penjualan. Di sisi lain, arus kas dapat diperbaiki dengan mempercepat penagihan piutang melalui insentif pembayaran awal. Penerapan software akuntansi terintegrasi memperkuat seluruh proses tersebut karena memungkinkan pemantauan jatuh tempo secara real time dan meningkatkan akurasi proyeksi kas. Dengan demikian, seluruh strategi ini akan memberikan hasil yang lebih maksimal jika didukung oleh SDM yang kompeten, sehingga pelatihan dan insentif menjadi investasi penting untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung profitabilitas secara berkelanjutan.

Pembahasan Lengkap

Terimakasih Bapak Hadid atas pertanyaan yang diberikan. Dalam manajemen keuangan, laba bersih (net profit) bukan hanya hasil dari tingginya penjualan, tetapi juga ditentukan oleh efisiensi operasional dan efektivitas strategi biaya. Banyak perusahaan yang berhasil memperkuat profitabilitasnya justru melalui pengelolaan internal yang cermat dan strategi efisiensi yang tepat sasaran. Berikut ini adalah sejumlah pendekatan strategis yang dapat diterapkan perusahaan untuk meningkatkan laba meskipun penjualan tetap atau tumbuh secara terbatas.

  • Menekan Beban Operasional dengan Efisiensi Biaya
    Langkah pertama yang dapat diambil adalah meninjau ulang seluruh struktur biaya operasional perusahaan. Biaya tetap seperti sewa, gaji staf non-produktif, serta biaya langganan dapat dievaluasi dan dinegosiasikan ulang. Sementara itu, biaya variabel seperti bahan baku, distribusi, dan utilitas bisa dikendalikan melalui pendekatan efisiensi proses. Audit internal terhadap pengeluaran akan membantu menemukan pemborosan yang selama ini tersembunyi. Dengan menekan beban biaya, margin keuntungan dapat meningkat meskipun pendapatan tidak berubah. 
  • Meningkatkan Efisiensi Proses Bisnis Melalui Automatisasi Sistem
    Setiap proses dalam operasional perusahaan memiliki potensi untuk disempurnakan. Penggunaan teknologi, otomasi, atau digitalisasi dapat mempercepat proses kerja dan mengurangi ketergantungan pada tenaga manusia untuk tugas-tugas rutin. Misalnya, dengan mengotomatiskan proses akuntansi, pengelolaan inventaris, atau pemrosesan pesanan, perusahaan tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga mengurangi risiko human error. Proses yang lebih efisien berarti produk dan layanan bisa disampaikan lebih cepat, dengan biaya yang lebih rendah, dan kualitas yang lebih stabil. 
  • Mengoptimalkan Pemanfaatan Aset
    Aset yang dimiliki perusahaan, baik aset tetap seperti kendaraan dan mesin, maupun aset non-produktif seperti gudang atau ruang kerja yang tidak terpakai, perlu dievaluasi. Aset-aset tersebut sering kali memakan biaya pemeliharaan atau depresiasi yang tidak sebanding dengan kontribusinya terhadap pendapatan. Oleh karena itu, menjual aset yang tidak produktif atau menyewakannya kepada pihak lain dapat menjadi cara efektif untuk menghasilkan pendapatan tambahan dan sekaligus mengurangi beban biaya. Terdapat beberapa cara dalam menilai keefektifan suatu aset sebagaimana diuraikan pada Tabel di bawah.
No. Rasio Rumus Uraian
1 Total asset turnover Total Asset Turnover=Net SalesAverage Total Asset Menunjukkan seberapa efisien perusahaan menggunakan seluruh asetnya untuk menghasilkan penjualan. 
2 Fixed Asset Turnover Fixed Asset Turnover=Net SalesNet Fixed Asset Menggambarkan kemampuan aset tetap seperti mesin dan bangunan dalam menghasilkan penjualan. 

Rasio ini cocok untuk mengevaluasi efisiensi pabrik atau lini produksi.

3 Return on Asset (ROA) ROA=Net ProfitAverage Total Asset x 100% Menilai seberapa besar keuntungan bersih yang diperoleh dari seluruh aset yang dimiliki. 

Ini mencerminkan keefektifan pengelolaan aset dari sisi profitabilitas.

  • Mengelola Persediaan Secara Lebih Cermat
    Stok barang yang terlalu besar dapat mengikat modal kerja dan menimbulkan biaya penyimpanan yang tidak perlu. Di sisi lain, stok yang terlalu sedikit berisiko menyebabkan kehilangan penjualan. Maka dari itu, perusahaan perlu mengelola persediaan dengan sistem yang baik, seperti metode just-in-time, serta menerapkan rotasi barang berdasarkan prinsip FIFO (first-in, first-out). Dengan demikian, perusahaan dapat menjaga persediaan tetap dalam jumlah ideal, segar, dan sesuai kebutuhan pasar. Salah satu rasio yang dapat digunakan untuk menilai persediaan adalah melalui rasio inventory turnover di bawah ini. Rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa cepat persediaan barang diubah menjadi penjualan. Efisiensi tinggi dalam pengelolaan stok penting bagi bisnis tekstil karena risiko usang tinggi. 

    Inventory Turnover=Cost of Goods Sold (COGS)Average Inventory

  • Memperbaiki Manajemen Piutang dan Utang
    Perusahaan dapat memperbaiki arus kas dan meningkatkan efisiensi laba dengan mempercepat proses penagihan piutang kepada pelanggan. Pemberian insentif berupa diskon untuk pembayaran lebih awal dapat menjadi strategi yang efektif untuk mendorong percepatan arus masuk kas. Di sisi lain, perusahaan juga dapat memaksimalkan tempo pembayaran kepada pemasok selama masih berada dalam batas yang telah disepakati, sehingga memberi ruang yang lebih longgar bagi likuiditas. Dengan manajemen arus kas yang lebih sehat, perusahaan dapat mengurangi ketergantungan pada pembiayaan eksternal yang membebani biaya bunga.Selain itu, perusahaan perlu memperkuat sistem pengendalian piutang dan hutang melalui pemanfaatan teknologi, seperti penggunaan software akuntansi terintegrasi atau fitur otomatisasi penagihan. Sistem ini memungkinkan perusahaan memantau jatuh tempo secara real time, mengurangi risiko piutang tak tertagih, serta meningkatkan akurasi proyeksi arus kas. Kombinasi strategi percepatan penerimaan kas, pengelolaan pembayaran yang lebih taktis, dan pemantauan digital membuat perusahaan mampu menjaga likuiditas tetap stabil serta mendukung profitabilitas secara berkelanjutan.
  • Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas SDM
    Sumber daya manusia merupakan aset yang sangat berpengaruh terhadap efisiensi dan kualitas operasional. Pelatihan yang tepat dan sistem insentif yang terukur dapat meningkatkan motivasi dan kompetensi karyawan. Perusahaan juga perlu mengevaluasi struktur organisasi agar tidak terjadi kelebihan tenaga kerja di posisi yang kurang relevan. SDM yang produktif akan menghasilkan output yang lebih besar dengan biaya yang sama atau bahkan lebih rendah.
Tags: Manajemen Arus KasManajemen PiutangManajemen UtangPengelolaan Keuangan PerusahaanStrategi Keuangan
154
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

DISCLAIMER

Seluruh data dan informasi yang disediakan di dalam Konsultasi pratamainstitute.com bersifat umum dan disediakan untuk tujuan pendidikan saja. Dengan demikian, data dan informasi yang disediakan tidak dapat dianggap sebagai suatu nasihat dari konsultan pajak.

Previous Post

Membaca Arah Fiskal Pemerintahan Prabowo–Gibran

Next Post

Mengapa Laporan Keberlanjutan Penting bagi Perusahaan Modern?

Related Posts

Piutang tak tertagih
Konsultasi

Perlakuan Akuntansi dan Pajak atas Piutang Tak Tertagih

6 bulan ago
Impairment Asset
Konsultasi

Perlakuan Pajak Penghasilan atas Impairment Aset

7 bulan ago
Kredit Pajak Masukan
Konsultasi

Bagaimana pengkreditan pajak masukan bagi perusahaan yang sudah tidak beroperasi?

7 bulan ago
Analisa Laporan Keuangan
Konsultasi

Bagaimana Menganalisis Laporan Keuangan untuk Mengantisipasi Kinerja di Masa Depan?

7 bulan ago
PPh Pasal 15
Konsultasi

Apakah Perusahaan Non-Pelayaran yang Memberikan Jasa Angkutan Laut Dikenai PPh Pasal 15?

7 bulan ago
Pajak Tambang
Konsultasi

Bagaimana Aspek Pajak atas Perusahaan Sektor Pertambangan

7 bulan ago

BACA JUGA

Businessperson using a tablet with floating holographic laptops and percentage icons indicating data/connection. l

Pajak Digital sebagai Instrumen Fiskal

7 Juli 2026
Freelancer

Perbedaan PPh 21 dan PPh 23 untuk Freelancer

6 Juli 2026

Denda Terlambat Lapor SPT Masa PPN, Berapa Besarnya?

Bagaimana Standar Baru Menghapus Jejak Greenwashing dalam Bisnis?

Mengubah Risiko Menjadi Nilai: Mengapa Indonesia Membutuhkan Arsitek Keberlanjutan Baru?

OECD vs UN Model: Siapa Berhak Memungut Pajak?

Memahami Residence Principle dan Source Principle

Data Pajak Gaji Salah? Ini Risikonya bagi Karyawan dan Perusahaan

Pajak Gendut dari Jepang (Metabo Law)

Jastip Luar Negeri Terjepit Dua Arah

Syarat Menjadi PKP dan Kewajiban Fundamentalnya

Keuangan Indonesia 2026 Tertekan, Apa Penyebabnya?

Fenomena Doom Spending, Gen Z Pasrah Beli Rumah

Penerimaan Pajak Melesat, Sinyal Ekonomi Menguat?

Please login to join discussion
Picture of Abdurrahman Nazhif

Abdurrahman Nazhif

Instansi Anda memerlukan jasa berupa kajian kebijakan fiskal, pajak dan retribusi daerah, penyusunan naskah akademik, ataupun jasa survei?

Atau, Perusahaan Anda membutuhkan pendampingan dalam menyusun Laporan Tahunan (Annual Report) atau Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report)?

Konsultasikan kepada ahlinya!

MULAI KONSULTASI

Popular News

  • Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    1565 shares
    Share 626 Tweet 391
  • Batas Waktu Pengkreditan Bukti Potong PPh Pasal 23

    1137 shares
    Share 455 Tweet 284
  • Apakah Jasa Angkutan Umum Berplat Kuning Dikenai PPN?

    1019 shares
    Share 408 Tweet 255
  • Iuran BPJS dikenakan PPh Pasal 21?

    918 shares
    Share 367 Tweet 230
  • Apakah Pembelian Domain Website dikenakan PPh Pasal 23?

    896 shares
    Share 358 Tweet 224
Next Post
Mengapa Laporan Keberlanjutan Penting bagi Perusahaan Modern?

Mengapa Laporan Keberlanjutan Penting bagi Perusahaan Modern?

Peran Audit Pihak Ketiga dalam Meningkatkan Kualitas Laporan Keberlanjutan

Peran Audit Pihak Ketiga dalam Meningkatkan Kualitas Laporan Keberlanjutan

Tantangan Umum dalam Penyusunan Laporan Keberlanjutan dan Cara Mengatasinya

Tantangan Umum dalam Penyusunan Laporan Keberlanjutan dan Cara Mengatasinya

Copyright © 2025 PT Pratama Indomitra Konsultan

Pratama Institute

Logo Pratama Indomitra
  • Antam Office Tower B Lt 8 Jl. TB Simatupang No. 1 Jakarta Selatan Indonesia 12530
  • Phone : (021) 2963 4945
  • [email protected]
  • pratamaindomitra.co.id

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami

© 2025 Pratama Institute - All Rights Reserved.

  • Pernyataan Penyangkalan / Disclaimer

Seluruh data dan informasi yang disediakan di dalam Konsultasi tri.pratamaindomitra.co.id bersifat umum dan disediakan untuk tujuan pendidikan saja. Dengan demikian, data dan informasi yang disediakan tidak dapat dianggap sebagai suatu nasihat dari konsultan pajak.

Pada dasarnya Konsultasi tri.pratamaindomitra.co.id tidak menyediakan informasi yang bersifat rahasia dan hubungan klien – konsultan pajak tidak terjadi. Untuk suatu nasihat yang dapat diterapkan pada kasus yang Anda hadapi, Anda dapat menghubungi seorang konsultan pajak yang kompeten.

Konsultasi tri.pratamaindomitra.co.id tidak dapat digugat maupun dituntut atas segala pernyataan, kekeliruan, ketidaktepatan atau kekurangan dalam setiap konten yang disampaikan dalam Konsultasi tri.pratamaindomitra.co.id.

Konsultasi tri.pratamaindomitra.co.id berhak sepenuhnya mengubah judul dan/atau isi pertanyaan tanpa mengubah substansi dari hal-hal yang ditanyakan.

Artikel jawaban tertentu dari Konsultasi tri.pratamaindomitra.co.id mungkin sudah tidak sesuai/tidak relevan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku saat ini.

Kami sarankan Anda untuk mengecek kembali dasar hukum yang digunakan di dalam artikel jawaban Konsultasi tri.pratamaindomitra.co.id untuk memastikan peraturan perundang-undangan yang digunakan masih berlaku.