IFRS S1 General Requirements for Disclosure of Sustainability-related Financial Information merupakan standar global yang diterbitkan oleh International Sustainability Standards Board (ISSB) untuk menjawab kebutuhan investor atas informasi keberlanjutan yang relevan secara finansial. Standar ini menegaskan bahwa isu keberlanjutan bukan lagi sekadar konteks non-keuangan, melainkan faktor yang secara nyata dapat memengaruhi prospek perusahaan, termasuk arus kas, akses pembiayaan, dan biaya modal dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang.
Tujuan dan ruang lingkup IFRS S1
Tujuan utama IFRS S1 adalah memastikan investor memperoleh informasi material mengenai seluruh risiko dan peluang terkait keberlanjutan yang dapat memengaruhi nilai perusahaan. Informasi tersebut disajikan sebagai bagian dari laporan keuangan bertujuan umum dan untuk periode pelaporan yang sama dengan laporan keuangan. Dengan demikian, pengungkapan keberlanjutan tidak berdiri terpisah, melainkan terhubung langsung dengan informasi keuangan.
IFRS S1 bersifat payung dan dapat digunakan bersama dengan standar akuntansi apa pun, termasuk berbagai kerangka standar akuntansi seperti Generally Accepted Accounting Principles (GAAP). Untuk aspek iklim, IFRS S1 diterapkan bersamaan dengan IFRS S2. Sementara itu, untuk topik keberlanjutan selain iklim, IFRS S1 memberikan rujukan sumber yang dapat membantu perusahaan mengidentifikasi risiko, peluang, dan informasi yang relevan.
Konsep materialitas dan prospek perusahaan
Materialitas dalam IFRS S1 mengacu pada definisi materialitas dalam IFRS Accounting Standards. Suatu informasi dianggap material apabila penghilangan, salah penyajian, atau pengaburannya secara wajar dapat memengaruhi keputusan investor. Penilaian ini menuntut pertimbangan profesional perusahaan dalam melihat keterkaitan antara isu keberlanjutan dan kinerja keuangan.
Standar ini juga mengadopsi konsep dari Integrated Reporting Framework, yang menekankan bahwa kemampuan perusahaan menciptakan nilai finansial tidak terlepas dari hubungannya dengan pemangku kepentingan, masyarakat tempat perusahaan beroperasi, serta sumber daya alam yang digunakan. Dengan pendekatan ini, keberlanjutan dipahami sebagai bagian integral dari model bisnis dan strategi perusahaan.
Informasi yang terhubung dan struktur pengungkapan
IFRS S1 menekankan pentingnya connected information. Perusahaan diminta mengungkapkan keterkaitan yang jelas antara risiko dan peluang keberlanjutan, pengungkapan dalam empat area konten inti, serta laporan keuangan. Data dan asumsi yang digunakan dalam pengungkapan keberlanjutan diharapkan konsisten dengan laporan keuangan sejauh dimungkinkan.
Dalam menyusun pengungkapan, IFRS S1 mengadopsi arsitektur Task Force on Climate-related Financial Disclosures (TCFD). Empat area konten inti tersebut mencakup tata kelola, strategi, manajemen risiko, serta metrik dan target. Struktur ini membantu investor memahami bagaimana perusahaan mengawasi isu keberlanjutan, memasukkannya ke dalam strategi, mengelola risikonya, dan mengukur kinerjanya secara terukur.
Sumber rujukan dan fleksibilitas penerapan
Untuk mengidentifikasi risiko, peluang, dan informasi yang relevan, perusahaan menggunakan Standar ISSB dan diwajibkan mempertimbangkan SASB Standards. Selain itu, perusahaan dapat menggunakan berbagai sumber lain seperti CDSB Framework Application Guidance, praktik industri, hingga standar pelaporan lain seperti GRI dan European Sustainability Reporting Standards, sepanjang informasi tersebut memenuhi kebutuhan investor.
IFRS S1 juga menyediakan keringanan transisi pada tahun pertama penerapan. Perusahaan diperbolehkan membatasi pengungkapan pada informasi terkait iklim, menunda waktu pelaporan tertentu, serta tidak menyajikan informasi komparatif. Pendekatan ini dirancang untuk memudahkan adopsi awal tanpa mengurangi tujuan utama transparansi.
Waktu penerapan dan relevansi ke depan
IFRS S1 dan IFRS S2 berlaku untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024, dengan opsi penerapan lebih awal sepanjang kedua standar diterapkan bersamaan. Kehadiran IFRS S1 mencerminkan respons atas tuntutan investor global dan dibangun di atas kerangka yang telah mapan. Ke depan, standar ini menjadi fondasi penting bagi perusahaan dalam menyajikan informasi keberlanjutan yang kredibel, konsisten, dan relevan secara finansial.











