Pratama-Kreston Tax Research Center
No Result
View All Result
Selasa, 28 April 2026
  • Login
  • Register
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • INDONESIA
Pratama-Kreston Tax Research Center
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • INDONESIA
Pratama-Kreston Tax Research Institute
No Result
View All Result

Perbandingan Pertanyaan Bonus ARA 2023 dan 2024

Intan PratiwibyIntan Pratiwi
16 Oktober 2025
in Artikel, ESG
Reading Time: 3 mins read
134 7
A A
0
Perbandingan Pertanyaan Bonus ARA 2023 dan 2024
161
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam dunia korporasi yang terus bergerak dinamis, perubahan kecil pada kriteria penilaian dapat menjadi indikator besar tentang arah tata kelola dan praktik keberlanjutan di Indonesia. Hal itu tampak jelas dalam perbedaan pertanyaan bonus Annual Report Award (ARA) antara tahun 2023 dan 2024.

Annual Report Award (ARA) kembali hadir pada tahun 2025 untuk menilai laporan tahunan tahun buku 2024. Sebagai ajang bergengsi bagi perusahaan di Indonesia, ARA menjadi wadah untuk menunjukkan komitmen terhadap penerapan tata kelola yang baik dan praktik pelaporan yang berkualitas, sebagai fondasi menuju keberlanjutan bisnis.

Pertama kali diselenggarakan pada tahun 2002, ARA merupakan ajang tahunan yang menilai mutu laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Melalui proses penilaian yang ketat, ARA mendorong peningkatan integritas pelaporan, kejelasan informasi, serta akuntabilitas perusahaan di hadapan para pemangku kepentingan, guna memperkuat kepercayaan publik dan menciptakan ekosistem bisnis yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Salah satu aspek paling menarik dari penyelenggaraan kali ini adalah perubahan dalam daftar pertanyaan bonus, yang menandai pergeseran fokus dari sekadar keterbukaan informasi menuju integrasi keberlanjutan dalam strategi bisnis. Pergeseran ini mencerminkan kesadaran bahwa praktik pelaporan tidak hanya berhenti pada penyajian data, tetapi juga pada bagaimana data tersebut menjadi refleksi dari strategi dan nilai perusahaan.

Fokus ARA 2023

Pada ARA 2023, perhatian utama masih terletak pada bagaimana perusahaan mengkomunikasikan kinerja dan tata kelolanya secara terbuka kepada pemangku kepentingan. Pertanyaan bonus saat itu berfokus pada visi perusahaan dalam mendukung kinerja berkelanjutan, serta bagaimana organ-organ perusahaan mencerminkan implementasi tata kelola yang beretika, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada keberlanjutan yang dikenal dalam empat pilar ETAK (Etika, Transparansi, Akuntabilitas, dan Keberlanjutan).

Selain itu, ARA 2023 juga menyoroti bagaimana perusahaan mulai mengintegrasikan konsep keberlanjutan ke dalam kegiatan operasional. Perusahaan diminta menjelaskan bagaimana mereka mengantisipasi risiko yang muncul akibat perubahan lingkungan bisnis, baik dari aspek ekonomi, sosial, maupun lingkungan, serta bagaimana hal tersebut memengaruhi strategi dan kinerja jangka panjang.

Menariknya, ARA 2023 juga telah memperkenalkan dimensi baru yang menunjukkan arah menuju standar global. Salah satu pertanyaan bonus meminta perusahaan menjelaskan sejauh mana kesiapan mereka dalam menyusun laporan keberlanjutan yang mengacu pada IFRS S1 dan IFRS S2. Fokusnya bukan hanya pada isi laporan, tetapi juga pada kesiapan prosedur, sistem informasi, dan mekanisme pelaporan internal yang mendukung pengungkapan empat pilar utama dalam standar tersebut, yaitu Governance, Strategy, Risk Management, serta Metrics & Targets.

Source Komite Nasional Kebijakan Governansi 2023

Dengan memasukkan aspek ini, ARA 2023 sebenarnya sudah mulai membuka jalan bagi perusahaan Indonesia untuk menyesuaikan diri dengan arah pelaporan keberlanjutan internasional. Meskipun pada tahap awal masih bersifat penilaian kesiapan, hal ini menjadi sinyal kuat bahwa praktik pelaporan di masa depan akan menuntut sistem informasi yang lebih terintegrasi, tidak sekadar laporan naratif.

Secara keseluruhan, ARA 2023 masih berorientasi pada disclosure quality yaitu kelengkapan dan kejelasan penyajian informasi. Aspek keberlanjutan sudah diperkenalkan, tetapi masih berada dalam tahap pembelajaran menuju penerapan yang lebih strategis. Pendekatan ini sejalan dengan semangat awal ARA untuk memperkuat fondasi keterbukaan dan akuntabilitas publik sebagai bagian dari tata kelola yang baik.

Fokus ARA 2024

Memasuki ARA 2024, terlihat perubahan yang lebih substansial. Pertanyaan bonus yang diajukan kini menekankan pentingnya integritas, transparansi, dan akuntabilitas sebagai nilai utama tata kelola yang harus tertanam dalam setiap lapisan strategi perusahaan. Fokusnya bergeser dari sekadar mengungkapkan menjadi mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam strategi dan proses bisnis.

Perusahaan tidak lagi hanya dituntut menjelaskan apa yang dilakukan, tetapi bagaimana tindakan tersebut berakar pada nilai integritas dan menghasilkan dampak positif jangka panjang. Isu keberlanjutan kini bukan lagi lampiran tambahan, melainkan bagian dari inti strategi korporasi.

Selain menilai kesiapan perusahaan dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis, ARA 2024 juga mulai mengarahkan perhatian pada kesiapan prosedur dan sistem informasi perusahaan dalam menyusun laporan keberlanjutan yang mengacu pada IFRS S1 dan IFRS S2. Dua standar internasional ini menuntut pengungkapan yang terstruktur berdasarkan empat pilar utama yaitu Governance, Strategy, Risk Management, serta Metrics & Targets.

Source Komite Nasional Kebijakan Governansi 2024

Menariknya, ARA 2024 juga menambahkan satu pertanyaan baru yang menegaskan makna integritas dalam konteks strategis. Perusahaan diharapkan tidak memandang integritas sekadar sebagai kepatuhan hukum, tetapi sebagai strategi bisnis yang mampu memperkuat reputasi, efisiensi operasional, dan keberlanjutan jangka panjang.

Perubahan ini menunjukkan arah yang lebih matang dalam tata kelola perusahaan Indonesia, dari sekadar pelaporan menuju pembuktian nilai dan komitmen. ARA kini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga alat refleksi seberapa jauh perusahaan telah menanamkan keberlanjutan sebagai nilai inti bisnisnya.

Tags: Annual Report AwardARA 2023ARA 2024Good Corporate GovernanceLaporan KeberlanjutanLaporan Tahunan
Share64Tweet40Send
Previous Post

Pembatalan BPN, Pilihan pragmatik untuk reformasi penerimaan

Next Post

Mendorong Penyusunan Sustainability Report Untuk UMKM

Intan Pratiwi

Intan Pratiwi

Related Posts

Ilustrasi lapior pajak
Artikel

Telat Lapor SPT, Kena Denda: Begini Cara Menghindarinya

17 April 2026
BBM Bersubsidi dan Ilusi Perlindungan Ekonomi
Analisis

BBM Bersubsidi dan Ilusi Perlindungan Ekonomi

7 April 2026
Thrifting dan Ilusi Keberlanjutan
Analisis

Thrifting dan Ilusi Keberlanjutan

7 April 2026
Ilustrasi gambar kelas pekerja
Analisis

Potret Sendu Nasib Pekerja Indonesia

6 April 2026
SPT PPh Badan
Artikel

Kerangka Sistem Perpajakan dalam Coretax Administration System

6 April 2026
Sudah Berlaku Sejak 2025, Kini Perseroan Wajib Melaporkan Laporan Tahunan Sesuai Permenkum 49/2025
Analisis

Sudah Berlaku Sejak 2025, Kini Perseroan Wajib Melaporkan Laporan Tahunan Sesuai Permenkum 49/2025

2 April 2026
Next Post
Mendorong Penyusunan Sustainability Report Untuk UMKM

Mendorong Penyusunan Sustainability Report Untuk UMKM

Ilustrasi digitalisasi pajak

Digitalisasi Pajak dan Visi Tax Administration 3.0

Ilustrasi pelaporan keberlanjutan

Dinamika Regulasi Sustainability Report di Uni Eropa

Please login to join discussion

Instansi Anda memerlukan jasa berupa kajian kebijakan fiskal, pajak dan retribusi daerah, penyusunan naskah akademik, ataupun jasa survei?

Atau, Perusahaan Anda membutuhkan pendampingan dalam menyusun Laporan Tahunan (Annual Report) atau Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report)?

Konsultasikan kepada ahlinya!

MULAI KONSULTASI

Popular News

  • Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    1553 shares
    Share 621 Tweet 388
  • Batas Waktu Pengkreditan Bukti Potong PPh Pasal 23

    1113 shares
    Share 445 Tweet 278
  • Apakah Jasa Angkutan Umum Berplat Kuning Dikenai PPN?

    1006 shares
    Share 402 Tweet 252
  • Iuran BPJS dikenakan PPh Pasal 21?

    889 shares
    Share 356 Tweet 222
  • Apakah Pembelian Domain Website dikenakan PPh Pasal 23?

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
Copyright © 2025 PT Pratama Indomitra Konsultan

Pratama Institute

Logo Pratama Indomitra
  • Antam Office Tower B Lt 8 Jl. TB Simatupang No. 1 Jakarta Selatan Indonesia 12530
  • Phone : (021) 2963 4945
  • [email protected]
  • pratamaindomitra.co.id

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami

© 2025 Pratama Institute - All Rights Reserved.