Pratama-Kreston Tax Research Center
No Result
View All Result
Minggu, 19 Juli 2026
  • Login
  • Register
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • INDONESIA
Pratama-Kreston Tax Research Center
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • INDONESIA
Pratama-Kreston Tax Research Institute
No Result
View All Result

IFRS S2 Standar Global Pengungkapan Terkait Iklim

Intan PratiwibyIntan Pratiwi
21 Januari 2026
in Artikel, ESG
Reading Time: 3 mins read
136 10
A A
0
167
SHARES
2.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Perubahan iklim telah menjadi faktor material yang memengaruhi kinerja, posisi keuangan, dan prospek jangka panjang perusahaan. Menyadari kebutuhan investor akan informasi yang konsisten dan dapat dibandingkan secara global, International Sustainability Standards Board (ISSB) menerbitkan IFRS S2 sebagai standar pengungkapan khusus terkait iklim. Standar ini mengintegrasikan rekomendasi Task Force on Climate-related Financial Disclosures (TCFD) ke dalam kerangka IFRS Sustainability Disclosure Standards, sehingga isu iklim tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan bagian integral dari informasi korporasi yang relevan bagi pengambilan keputusan.

Source: IFRS Foundation 2023

IFRS S2 dirancang untuk digunakan bersama dengan IFRS S1. Keduanya membentuk satu kesatuan standar yang saling melengkapi, di mana IFRS S1 menyediakan fondasi konseptual dan prinsip umum pelaporan keberlanjutan, sementara IFRS S2 memberikan persyaratan pengungkapan yang lebih spesifik terkait risiko dan peluang perubahan iklim. Pendekatan ini memastikan bahwa informasi iklim disajikan secara terhubung dengan strategi perusahaan, model bisnis, dan kinerja keuangan.

IFRS S1 sebagai Dasar Konseptual IFRS S2

Penerapan IFRS S2 tidak dapat dilepaskan dari IFRS S1. IFRS S1 menetapkan konsep-konsep kunci yang menjadi dasar pelaporan keberlanjutan, termasuk pemahaman tentang informasi yang terhubung, cakupan rantai nilai, serta identifikasi risiko dan peluang keberlanjutan yang material. Standar ini juga memberikan panduan penting mengenai penilaian materialitas, yaitu bagaimana perusahaan menentukan informasi keberlanjutan apa yang berpotensi memengaruhi keputusan investor.

Selain itu, IFRS S1 menetapkan karakteristik kualitatif informasi yang harus disajikan, seperti relevansi dan penyajian yang jujur. Informasi keberlanjutan, termasuk informasi iklim, tidak hanya harus lengkap, tetapi juga andal dan dapat dipercaya. IFRS S1 juga mengatur aspek teknis pelaporan, mulai dari penentuan entitas pelapor, waktu dan lokasi pelaporan, hingga keterbandingan dan keterhubungan dengan laporan keuangan. Ketentuan mengenai perubahan estimasi, koreksi kesalahan, pengungkapan asumsi dan pertimbangan signifikan, serta interaksi dengan hukum dan peraturan menjadi landasan penting agar pelaporan iklim tidak terlepas dari kerangka tata kelola dan akuntabilitas perusahaan.

Dengan fondasi ini, IFRS S2 memastikan bahwa pengungkapan iklim tidak disajikan secara terpisah atau naratif semata, tetapi terintegrasi secara sistematis dalam pelaporan korporasi yang ditujukan bagi investor.

Informasi Iklim yang Relevan bagi Investor

Tujuan utama IFRS S2 adalah menyediakan informasi material terkait iklim yang memungkinkan investor menilai dampaknya terhadap kinerja dan prospek perusahaan. Risiko iklim yang diungkapkan mencakup risiko fisik, seperti peningkatan frekuensi cuaca ekstrem atau perubahan pola iklim, serta risiko transisi yang timbul dari perubahan kebijakan, regulasi, teknologi, dan preferensi pasar dalam peralihan menuju ekonomi rendah karbon. Di sisi lain, IFRS S2 juga menekankan pentingnya pengungkapan peluang terkait iklim yang dapat dimanfaatkan perusahaan, misalnya melalui inovasi produk, efisiensi energi, atau model bisnis baru.

Melalui pengungkapan ini, investor dapat memahami bagaimana perusahaan merespons risiko dan peluang iklim, termasuk strategi dan rencana transisi yang disiapkan manajemen. Informasi tersebut membantu investor mengevaluasi kemampuan perusahaan untuk menyesuaikan perencanaan strategis, model bisnis, dan operasionalnya terhadap ketidakpastian iklim. Selain itu, IFRS S2 menekankan pentingnya pemahaman risiko dan peluang iklim di sepanjang rantai nilai, sehingga dampak tidak langsung yang bersumber dari pemasok, pelanggan, atau aktivitas pembiayaan juga dapat dinilai secara lebih komprehensif.

Strategi Iklim, Ketahanan, dan Emisi Gas Rumah Kaca

Salah satu elemen utama dalam IFRS S2 adalah pengungkapan strategi perusahaan terkait iklim. Perusahaan diharapkan menjelaskan bagaimana pertimbangan iklim memengaruhi pengambilan keputusan strategis, serta dampak keuangan yang telah terjadi maupun yang diperkirakan akan terjadi di masa depan. Di dalamnya termasuk penilaian ketahanan iklim, yaitu sejauh mana strategi dan model bisnis perusahaan mampu bertahan menghadapi berbagai perubahan, perkembangan, dan ketidakpastian terkait iklim.

Untuk mendukung penilaian ketahanan tersebut, IFRS S2 mensyaratkan penggunaan analisis skenario iklim. Perusahaan perlu menggunakan metode analisis skenario yang sesuai dengan kondisi dan karakteristiknya, dengan memanfaatkan seluruh informasi yang wajar dan dapat didukung pada tanggal pelaporan tanpa biaya atau upaya yang berlebihan. Panduan penerapan analisis skenario ini dibangun berdasarkan materi TCFD dan bertujuan untuk mendorong perusahaan berpikir secara prospektif terhadap berbagai kemungkinan jalur transisi dan dampak iklim.

Selain aspek strategis, IFRS S2 juga memberikan perhatian besar pada pengungkapan emisi gas rumah kaca. Perusahaan wajib mengungkapkan emisi Greenhouse Gases (GHG) bruto absolut Scope 1, Scope 2, dan Scope 3 sesuai dengan GHG Protocol Corporate Standard. Pengungkapan ini mencakup penjelasan mengenai metode pengukuran, asumsi, dan teknik estimasi yang digunakan, termasuk alasan atas setiap perubahan signifikan. Bagi perusahaan di sektor jasa keuangan, seperti manajemen aset, perbankan, dan asuransi, pengungkapan emisi yang dibiayai menjadi kewajiban penting, mencerminkan peran strategis sektor keuangan dalam mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Melalui IFRS S2, pengungkapan iklim diarahkan untuk menjadi lebih disiplin, berbasis standar global, dan benar-benar relevan bagi investor. Standar ini menandai pergeseran penting dari pelaporan keberlanjutan yang bersifat naratif menuju pengungkapan yang terintegrasi, terukur, dan mendukung pengambilan keputusan jangka panjang di tengah tantangan perubahan iklim.

Tags: IFRS S1IFRS S1 S2IFRS S2IFRS SustainabilityLaporan KeberlanjutanPelaporan keberlanjutanStandar Pengungkapan KeberlanjutanSustainability ReportSustainability Reporting
Share67Tweet42Send
Previous Post

Kelas Menengah Indonesia di Bawah Tekanan

Next Post

Mengukur Ulang Efektivitas Insentif Pajak

Intan Pratiwi

Intan Pratiwi

Related Posts

Businessperson using a tablet with floating holographic laptops and percentage icons indicating data/connection. l
Analisis

Pajak Digital sebagai Instrumen Fiskal

7 Juli 2026
Freelancer
Analisis

Perbedaan PPh 21 dan PPh 23 untuk Freelancer

6 Juli 2026
Pelaporan SPT Masa PPN
Analisis

Denda Terlambat Lapor SPT Masa PPN, Berapa Besarnya?

6 Juli 2026
Greenwashing
Analisis

Bagaimana Standar Baru Menghapus Jejak Greenwashing dalam Bisnis?

3 Juli 2026
ESG
Analisis

Mengubah Risiko Menjadi Nilai: Mengapa Indonesia Membutuhkan Arsitek Keberlanjutan Baru?

2 Juli 2026
Perjanjian
Artikel

OECD vs UN Model: Siapa Berhak Memungut Pajak?

1 Juli 2026
Next Post
Ilustrasi Tax Insentive

Mengukur Ulang Efektivitas Insentif Pajak

Ilustrasi Coretax

Pengawasan Kepatuhan Perpajakan di Era Coretax

Ilustrasi Perpajakan

Memahami Perpajakan Secara Sederhana

Instansi Anda memerlukan jasa berupa kajian kebijakan fiskal, pajak dan retribusi daerah, penyusunan naskah akademik, ataupun jasa survei?

Atau, Perusahaan Anda membutuhkan pendampingan dalam menyusun Laporan Tahunan (Annual Report) atau Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report)?

Konsultasikan kepada ahlinya!

MULAI KONSULTASI

Popular News

  • Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    1565 shares
    Share 626 Tweet 391
  • Batas Waktu Pengkreditan Bukti Potong PPh Pasal 23

    1137 shares
    Share 455 Tweet 284
  • Apakah Jasa Angkutan Umum Berplat Kuning Dikenai PPN?

    1019 shares
    Share 408 Tweet 255
  • Iuran BPJS dikenakan PPh Pasal 21?

    918 shares
    Share 367 Tweet 230
  • Apakah Pembelian Domain Website dikenakan PPh Pasal 23?

    896 shares
    Share 358 Tweet 224
Copyright © 2025 PT Pratama Indomitra Konsultan

Pratama Institute

Logo Pratama Indomitra
  • Antam Office Tower B Lt 8 Jl. TB Simatupang No. 1 Jakarta Selatan Indonesia 12530
  • Phone : (021) 2963 4945
  • [email protected]
  • pratamaindomitra.co.id

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami

© 2025 Pratama Institute - All Rights Reserved.