Pratama-Kreston Tax Research Center
No Result
View All Result
Sabtu, 11 Juli 2026
  • Login
  • Register
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • INDONESIA
Pratama-Kreston Tax Research Center
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • INDONESIA
Pratama-Kreston Tax Research Institute
No Result
View All Result

Menyelaraskan Laporan Keberlanjutan dengan SDGs

Muhamad Akbar AditamabyMuhamad Akbar Aditama
5 November 2025
in Artikel, ESG
Reading Time: 3 mins read
127 7
A A
0
Laporan Berkelanjutan
153
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Perusahaan saat ini semakin rutin menerbitkan berbagai jenis laporan untuk memberikan gambaran yang jelas kepada pemangku kepentingan mengenai praktik keberlanjutan yang mereka jalankan. Bentuk pelaporan ini beragam mulai dari laporan berfokus pada aspek lingkungan, laporan yang menitikberatkan dimensi sosial, laporan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) hingga laporan yang mengadopsi kerangka triple-bottom-line dan mengintegrasikan dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial. Terlepas dari perbedaan itu, laporan-laporan tersebut kini dipandang sebagai salah satu alat utama untuk menilai profil keberlanjutan korporasi.

Pendekatan pelaporan yang bersifat multidimensi memiliki manfaat praktis. Selain memperkaya konten, pendekatan ini juga memperbaiki kualitas dialog antara perusahaan dan pemangku kepentingan. Ketika perusahaan secara sistematis mengomunikasikan capaian dan tantangan pada banyak aspek keberlanjutan, pemangku kepentingan mulai dari investor, masyarakat lokal, hingga regulator dapat memberikan masukan yang lebih terarah. Pada gilirannya, perubahan ini meningkatkan tingkat akuntabilitas perusahaan dan memberi legitimasi terhadap keberadaan operasi perusahaan, terutama dalam sektor-sektor yang memiliki dampak besar seperti pertambangan, energi, atau manufaktur berat. Legitimasi semacam ini bukan sekadar simbolis namun di sinilah landasan sosial untuk memperoleh social license to operate dibangun.

Perbedaan bentuk dan kualitas laporan keberlanjutan antar perusahaan dapat dijelaskan oleh dua faktor utama. Pertama, pengaruh pemangku kepentingan terhadap operasi perusahaan berbeda-beda; tekanan investor, tuntutan komunitas lokal, atau regulasi sektorial akan menghasilkan prioritas pelaporan yang berbeda pula. Kedua, konsep pembangunan berkelanjutan itu sendiri berevolusi seiring waktu, dan perkembangan pemahaman ini tercermin dalam praktik pelaporan korporasi. Singkatnya, pelaporan keberlanjutan berkembang sejalan dengan pemikiran global tentang apa yang seharusnya menjadi tujuan pembangunan berkelanjutan.

Momentum penting terjadi pada 2015 saat PBB mengesahkan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) sebagai bagian dari Agenda 2030. Sejak itu, berbagai lembaga internasional mendorong perusahaan untuk mengintegrasikan SDGs ke dalam manajemen strategis dan pelaporan mereka. Panduan dan prakarsa dari organisasi internasional mencoba memfasilitasi perusahaan dalam mengukur kontribusi terhadap SDGs dan menuliskannya secara kredibel dalam laporan keberlanjutan. Dorongan ini penting karena SDGs menyediakan peta jalan bersama dengan target-target yang operasional bagi sektor swasta.

Namun integrasi SDGs ke dalam praktik korporasi tidak selalu berjalan mulus, masih ada celah antara komitmen formal dan implementasi operasional. Beberapa laporan sekadar menyebutkan SDGs tanpa menjelaskan hubungan konkret antara target global dan aktivitas bisnis sehari-hari. Di sisi lain, tantangan teknis seperti keterbatasan data nonfinansial, ketidakpastian metodologis dan kapasitas staf menghambat penyusunan laporan yang bermakna. Risiko greenwashing pun berpotensi nyata, perusahaan dapat memosisikan kegiatan yang minim dampaknya sebagai kontribusi besar terhadap SDGs tanpa bukti atau pengukuran yang jelas.

Dalam menjembatani celah ini diperlukan dua hal penting. Pertama, pengembangan alat audit nonfinansial yang diselaraskan dengan SDGs Agenda 2030. Alat semacam ini harus mampu mengidentifikasi indikator yang relevan, mengukur kinerja secara terstandar, dan menyediakan matriks penilaian yang jelas antara aktivitas perusahaan dan target-target SDGs. Kedua, pembentukan praktik assurance oleh pihak ketiga untuk meningkatkan kredibilitas laporan. Dengan mekanisme verifikasi eksternal, kualitas, keandalan, dan transparansi informasi akan meningkat sehingga laporan bukan sekadar alat komunikasi tetapi juga alat akuntabilitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, manfaat praktis dari pendekatan yang lebih terstruktur jelas terasa nyata. Perusahaan mendapatkan umpan balik konkret melalui penilaian kualitas pelaporan. Melalui umpan balik, perusahaan mengetahui titik-titik kekuatan dan kelemahan menjadi terlihat sehingga memungkinkan perbaikan bertahap. Selanjutnya, benchmark terhadap pesaing atau peer group membuka ruang pembelajaran. Perusahaan dapat mengetahui bagaimana pesaing menyusun target, mengukur dampak, atau menata inisiatif operasionalnya untuk memenuhi SDGs. Manfaat paling berpengaruh yaitu integrasi SDGs membantu manajemen menerjemahkan komitmen strategis menjadi indikator operasional yang dapat dimonitor. Salah satu indikatornya seperti target pengurangan emisi, penggunaan energi terbarukan, inklusi tenaga kerja lokal, atau program supply chain yang berkelanjutan.

Adopsi yang lebih efektif membutuhkan sinergi antara sektor swasta, pembuat kebijakan, dan penyedia standar, regulator dapat mendorong standardized disclosure melalui kebijakan, insentif, atau persyaratan pelaporan. Lembaga standar dan asosiasi industri dapat menyediakan pedoman teknis dan kapasitas dan perusahaan harus mengalokasikan sumber daya untuk membangun sistem pengukuran yang dapat diandalkan. Di samping itu, pemanfaatan teknologi seperti integrasi data digital antara sistem internal, platform pasar, dan mekanisme audit dapat meningkatkan kualitas data nonfinansial sehingga pelaporan menjadi lebih tepat waktu dan terukur.

Dengan demikian, integrasi SDGs ke dalam manajemen strategis dan pelaporan perusahaan bukan sekadar keharusan moral atau reputasional. Mekanisme ini adalah sarana untuk memperkuat legitimasi, memperdalam dialog dengan pemangku kepentingan, dan meningkatkan akuntabilitas institusional. Agar tujuan dapat tercapai secara nyata, dibutuhkan alat penilaian yang terstandarisasi, mekanisme verifikasi independen, kapasitas internal yang memadai, serta kebijakan publik yang mendukung. Hanya dengan langkah-langkah konkret tersebut, komitmen global pada Agenda 2030 dapat diterjemahkan menjadi tindakan korporasi yang terukur, transparan, dan berdampak.

Tags: Laporan KeberlanjutanSDGsUnited Nations
Share61Tweet38Send
Previous Post

Integrated Report Menuju Bisnis Berkelanjutan

Next Post

Strategi Insentif Pajak Untuk Pembangunan Infrastruktur

Muhamad Akbar Aditama

Muhamad Akbar Aditama

Tax Policy Analyst Pratama-Kreston Tax Research Institute

Related Posts

Businessperson using a tablet with floating holographic laptops and percentage icons indicating data/connection. l
Analisis

Pajak Digital sebagai Instrumen Fiskal

7 Juli 2026
Freelancer
Analisis

Perbedaan PPh 21 dan PPh 23 untuk Freelancer

6 Juli 2026
Pelaporan SPT Masa PPN
Analisis

Denda Terlambat Lapor SPT Masa PPN, Berapa Besarnya?

6 Juli 2026
Greenwashing
Analisis

Bagaimana Standar Baru Menghapus Jejak Greenwashing dalam Bisnis?

3 Juli 2026
ESG
Analisis

Mengubah Risiko Menjadi Nilai: Mengapa Indonesia Membutuhkan Arsitek Keberlanjutan Baru?

2 Juli 2026
Perjanjian
Artikel

OECD vs UN Model: Siapa Berhak Memungut Pajak?

1 Juli 2026
Next Post
Infrastruktur

Strategi Insentif Pajak Untuk Pembangunan Infrastruktur

Ilustrasi injeksi likuiditas

Menakar Efektivitas Injeksi Likuiditas Perbankan

Laporan Keberlanjutan

Menakar Keberlanjutan Korporasi: Strategi Nilai dan Beban Biaya

Instansi Anda memerlukan jasa berupa kajian kebijakan fiskal, pajak dan retribusi daerah, penyusunan naskah akademik, ataupun jasa survei?

Atau, Perusahaan Anda membutuhkan pendampingan dalam menyusun Laporan Tahunan (Annual Report) atau Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report)?

Konsultasikan kepada ahlinya!

MULAI KONSULTASI

Popular News

  • Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    1565 shares
    Share 626 Tweet 391
  • Batas Waktu Pengkreditan Bukti Potong PPh Pasal 23

    1137 shares
    Share 455 Tweet 284
  • Apakah Jasa Angkutan Umum Berplat Kuning Dikenai PPN?

    1019 shares
    Share 408 Tweet 255
  • Iuran BPJS dikenakan PPh Pasal 21?

    917 shares
    Share 367 Tweet 229
  • Apakah Pembelian Domain Website dikenakan PPh Pasal 23?

    896 shares
    Share 358 Tweet 224
Copyright © 2025 PT Pratama Indomitra Konsultan

Pratama Institute

Logo Pratama Indomitra
  • Antam Office Tower B Lt 8 Jl. TB Simatupang No. 1 Jakarta Selatan Indonesia 12530
  • Phone : (021) 2963 4945
  • [email protected]
  • pratamaindomitra.co.id

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami

© 2025 Pratama Institute - All Rights Reserved.