Klik untuk Akses & Download |
Setiap tahun, pada tanggal 21 Maret, dunia memperingati Hari Hutan Internasional. Namun, di balik peringatan ini, hutan Indonesia terus menyusut dengan laju yang mengkhawatirkan. Dari luas 193 juta hektare pada tahun 1950, kini hanya tersisa 94 juta hektare. Dampaknya bukan sekadar statistik, tetapi bencana nyata yang semakin sering terjadi, seperti banjir besar yang melumpuhkan Jabodetabek pada Maret 2025.
Di tengah situasi ini, perusahaan semakin gencar menggaungkan citra ramah lingkungan melalui sustainability report (SR) atau laporan keberlanjutan. Pada 2022, sebanyak 88 persen perusahaan tercatat di Indonesia telah menyampaikan laporan keberlanjutan, dan angka itu melonjak menjadi 97 persen pada 2023. Namun, transparansi laporan ini masih dipertanyakan, karena dari 938 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), baru 49 persen yang sustainability report-nya dapat diakses publik, dan hanya 6 persen yang diaudit secara independen.
Tanpa mekanisme pengawasan yang lebih ketat, sustainability report berisiko menjadi sekadar dokumen pencitraan tanpa dampak nyata. Bagaimana memastikan bahwa komitmen keberlanjutan perusahaan benar-benar terealisasi? Simak pembahasannya dalam Pratama In-depth Edisi 02/2025
Disusun oleh:
Pratama Institute for Fiscal Policy & Governance Studies
Penanggung Jawab:
Ismail Khozen
Penulis:
Ismail Khozen
Desain Tata Letak:
Umar Hanif Al Faruqy
Diterbitkan oleh:
PT Pratama Indomitra Konsultan
Antam Office Park Tower B lantai 8 Jl. TB Simatupang No. 1 Jakarta Selatan 12530 Indonesia
Telp: 62-21-2963.4945 (hunting), Faks: 62-21-2963.4946
E-mail: [email protected]
Website: www.pratamaindomitra.co.id